Prabowo Subianto Kritik Kebijakan Impor Beras: Petani Harus Dilindungi
Calon presiden Prabowo Subianto mengkritik kebijakan impor beras yang dinilai merugikan petani lokal. Dalam kunjungannya ke sentra pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (24/5), Prabowo menyatakan keprihatinannya terhadap nasib petani.
Baca juga
Prabowo Subianto Resmi Daftar sebagai Capres 2029 di KPU RI — Prabowo Subianto resmi mendaftar sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029 di Komisi Pemilihan Umum ...
Petani kita kerja keras dari pagi hingga sore, tapi harga gabah jatuh karena banjir impor. Ini tidak adil,' ujar Prabowo di hadapan ratusan petani yang hadir.
Prabowo berjanji akan melindungi petani jika terpilih menjadi presiden. 'Saya akan batasi impor beras dan serap habis hasil panen petani dengan harga yang layak,' tegasnya.
Dalam program 'Pangan Murah untuk Semua' yang diusungnya, Prabowo menjanjikan bantuan alsintan (alat mesin pertanian) dan pupuk bersubsidi bagi petani.
Prabowo juga mendorong petani untuk beralih ke pertanian organik yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ia akan memfasilitasi sertifikasi organik bagi petani yang berminat.
Para petani yang hadir menyambut hangat kunjungan Prabowo. Mereka berharap janji-janji tersebut bisa diwujudkan jika Prabowo terpilih nanti.
Seorang petani Indramayu mengaku sudah lelah dengan kebijakan impor yang terus berulang setiap tahun. 'Kami ingin pemimpin yang berani melindungi petani,' katanya.
Prabowo juga berdialog dengan para penyuluh pertanian dan membahas cara meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang ada.
Pengamat pertanian dari IPB University menilai kritik Prabowo terhadap kebijakan impor beras tepat sasaran dan bisa menarik simpati petani.
Prabowo mengakhiri kunjungannya dengan berbaur bersama petani dan mencicipi hasil panen padi organik dari kelompok tani setempat.