Prabowo Subianto Kumpulkan 50 Ribu Ulama untuk Doa Bersama Menyambut Pilpres

Oleh Dewi Kartika 6 menit membaca 24 Mei 2026

Calon presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 50 ribu ulama dan santri dalam acara doa bersama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/5). Acara ini digelar untuk memohon kelancaran Pilpres 2029.

Baca juga

Prabowo Subianto Resmi Daftar sebagai Capres 2029 di KPU RI — Prabowo Subianto resmi mendaftar sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029 di Komisi Pemilihan Umum ...

Ribuan ulama dari berbagai organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis hadir memenuhi stadion. Mereka memanjatkan doa agar Pemilu berlangsung aman, damai, dan melahirkan pemimpin terbaik.

Prabowo dalam sambutannya menyampaikan rasa hormatnya kepada para ulama. 'Kiai dan santri adalah benteng moral bangsa. Saya mohon doa restu untuk perjuangan kami,' ujarnya.

Acara doa bersama ini juga diisi dengan pembacaan Al-Qur'an dan shalawat yang dipimpin oleh qari terkenal dari berbagai provinsi.

Sejumlah tokoh agama nasional juga turut hadir memberikan tausiyah. Mereka mengajak umat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak pada Pilpres mendatang.

Para ulama yang hadir menyatakan dukungan moralnya kepada Prabowo. Mereka menilai Prabowo adalah sosok pemimpin yang berani dan tegas.

Seorang ulama dari Nusa Tenggara Barat menyatakan, Kami doakan semoga Pemilu berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang adil dan berwibawa.

Prabowo juga berdialog dengan para santri setelah acara doa bersama. Ia memberikan motivasi agar santri terus belajar dan berkontribusi untuk bangsa.

Pengamat politik menilai acara ini efektif untuk mendekatkan Prabowo dengan kalangan pesantren yang selama ini memiliki basis massa yang solid.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Topik Terkait
Prabowo Subianto Doa Bersama Ulama Santri Pilpres 2029
Foto Dewi Kartika
Analis Ekonomi & Perbankan
Dewi Kartika adalah lulusan ekonom dari Universitas Indonesia dan memiliki sertifikasi analis keuangan. Ia aktif menulis tentang kebijakan moneter, suku bunga, dan perbankan syariah. Bergabung dengan Media Nasional sejak 2020.